Kamis, 05 April 2012


Prinsip Prinsip konstruksi Rumah Tahan Gempa
Berdasarkan penyelidikan akibat gempa menunjukkan pentingnya denah bangunan yang sederhana dan elemen-elemen struktur penahan gaya horisontal yang simetris. Struktur seperti ini dapat menahan gaya gempa Iebih baik karena kurangnya efek torsi dan kekekuatannya yang lebih merata.
Bentuk suatu bangunan dalam suatu perencanaan “bangunan Tahan Gempa” pada dasarnya akan mempengaruhi hal hal sebagai berikut :
·         Tingkat kesulitan dalam perencanaan dan analisa
·         Perilaku bangunan saan dilanda gempa

Tingkat kesulitan dalam perencanaan, terutama bentuk bangunan yang tidak teratur ( tidak simetris ), memerlukan proses analisa dinamis dan sangat sulit menentukan perilaku bangunan disaat gempa mengguncang.
Struktur-struktur dengan bentuk yang sederhana dan simetris mempunyai ketahanan yang paling baik terhadap gempa

2. Bahan bangunan harus seringan mungkin
Hal ini dikarenakan besarnya beban inersia gempa adalah sebanding dengan berat bahan bangunan.
Sebagai contoh penutup atap genteng diatas kuda-kuda kayu menghasilkan beban gempa horisontal sebesar 3 x beban gempa yang dihasilkan oleh penutup atap seng diatas kuda-kuda kayu. Sama halnya dengan pasangan dinding bata menghasiIkan beban gempa sebesar 15 x beban gempa yang dihasilkan oleh dinding kayu.  Di negara jepang yang terkenal dengan daerah gempa, mereka menggunakan material kertas dan bambu sebagai struktur utama, hal ini karena material tersebut mamiliki bobot yang cukup ringan bila di bandingkan dengan material yang lainya.

3. Sistim konstruksi penahan beban harus memadai    
         3.1. Ssistem konstruksi pondasi
Struktur pondasi berperanan penting untuk memindahkan beban gempa dari dinding ke tanah. Sangat sederhana membuat fondasi rumah, namun fondasi yang kuat memerlukan pengetahuan yang cukup sehingga fondasi bangunan yang baik haruslah kokoh menyokong beban dan tahan terhadap perubahan termasuk getaran.



pondasi harus dapat menahan dan menyalurkan gaya tarik vertikal dan gaya tekan dari dinding. Pondasi memindahkan gaya-gaya datar tersebut ke pada tanah yang ditahan oleh daya dukung tanah dan tekanan tanah lateral.
Pondasi disini menggunakan pondasi batu kali setempat, yaitu pada sudut sudut bangunan sebagai tempat menumpunua srtuktur atap dan srtuktur bangunan yang lain. Penempatan pondasi.
seperti ini bertujuan agar ketika terjadi goncangan dan perbedaan kekuatan tanah yang mendukung  maka pondasi tersebut akan bergerak mandiri, tidak akan saling mempengaruhi antara pondasi yang satu dengan yang lainya yang akan mengakibatkan patahan pada struktur pondasi. Penempatan fondasi juga perlu diperhatikan kondisi batuan dasarnya.Pada dasarnya fondasi yang baik adalah seimbang atau simetris.

3.2. Sistem Konstruksi Dinding
Konstruksi dinding rumah tahan gempa ini tidak menggunakan material batu bata tetapi menggunakan material kayu. Material kayu adalah material yang cukup  tepat digunakan untuk konstruksi kerangka dinding, selain lebih ringan dan mudah dalam pemasangan kayu juga memiliki tingkat elastisitas yang cukup tinggi, sehingga sangat baik digunakan untuk konstruksi rumah tahan gempa. Kayu yang digunakan adalah kayu kayu yang banyak dipasaran misalnya ukuran 6/12, 8/15.

Untuk penutup dinding menggunakan bilik dilapisi dengan multiplek agar angin tidak masuk kedalam ruangan, sedangkan untuk penutup dinding daerah basah dan dapur menggunakan teknologi beton, yang kemudian dilapisi oleh keramik. Kemungkinan lain untuk memperkaku dinding adalah sistim diafragma dengan menggunakan plywood, particle board atau sejenisnya, atau pengaku diagonal kayu untuk dinding bilik. Selain itu untuk Sistem cross bracing (perkuatan silang) untuk dinding dan konstruksi panggung dibawah rumah berfungsi untuk memperkuat dan memperkokoh bangunan pada bangunan kayu.
Untuk memenuhi persyaratan keawetan kayu, maka kayu yang digunakan harus kayu kualitas 1 yang tahan terhadap iklim, sudah cukup umur, sudah direndam serta sudah di lapisi cairan anti rayap.
3.3. Sistem Konstruksi Atap
Berikut ini adalah beberapa fungsi atap yang lebih khusus (spesifik):
·         menerima beban oleh bobot sendiri, yaitu beban kuda-kuda dan bahan pelapis berarah vertikal kemudian meneruskannya pada kolom dan pondasi
·         menahan tekanan angin muatan yang berarah horizontal pada gevel
·         menerima panas oleh sinar matahari dan menahan suhu agar tetap dingin di ruang bawah atap dan menyerap panas tersebut hal ini terdapat pada konsep dalam konsep arsitektur tropis
·         menghindari masuknya air hujan

 Pada konstruksi atap rumah tahan Gempa, Kuda-kuda menggunakan material kayu dengan penutup atap menggunakan genteng metal yang cukup ringan. Untuk memperkuat hubungan antara batang dan menjaga stabilitasnya, maka Konstruksi kuda kuda yang dipergunakan adalah konstruksi kuda kuda dengan bentuk segitiga yang menerus hingga menumpu pada pondasi. Bentuk tersebut sangat cocok ditempatkan di lahan gempa,

Mengapa menerus sampai pondasi? Hal ini bertujuan agar bentukan rumah memiliki bentuk segitiga seutuhnya tanpa ada bidang Vertikan yang  memungkinkan terjadinya gaya torsi yang lebih besar jika terjadi gempa. Selain itu konstruksi atap tidak membebani konstruksi dinding yang ada di bawahnya karena tumpuan atap langsung menumpu pada pondasi setempat.

 Segitiga merupakan bentuk yang sangat stabil.  Bidang Vertikal seperti dinding dan kolom berada di dalam bidang segi tiga yang berfungsi memperkuat konstruksi kuda kuda tersebut.  Beberapa aspek yang perlu diperhatikan adalah sambungan antar batang horisontal jangan terletak pada titik buhul, hal ini untuk menghindari terjadinya lendutan, sambungan harus ditempatkan antara sambungan tarik dan sambungan tekan.
 
3.4. Sistem Konstruksi Lantai Panggung
Lantai panggung banyak mengadopsi dari konsep konsep rumah tradisional karena lantai panggung dinilai lebih kuat menahan gaya lateral yang ditimbulkan oleh pergerakan tanah,

Selain itu rumah panggung bertujuan untuk menjaga keawetan material, karena pada rumah panggung material kayu tidak kontak langsung dengan tanah, dan mencegah masuknya air ketika terjadi mujan deras dan banjir
Bila dikaitkan dengan rumah yang berwawasan lingkungan, maka rumah panggung berpotensi menjaga lahan hijau dan permukaan tanah sebagai daerah serapan air.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar